Poin Penting Dalam Bisnis Restoran yang Wajib di Ketahui

  • 2 min read
  • Jan 31, 2020
Bisnis Restoran

Sebagai seorang pengusaha atau pemilik restaurant dan yang menjadi penanggung jawab resto, teman teman akan membutuhkan beberapa poin penting untuk menelusuri sekaligus memeriksa kembali bisnis anda dari waktu ke waktu.

Memang tidak mudah dalam meningkatkan efisiensi dan profitabilitas bisnis Kamu. Banyak sekali aspek yang harus diperhatikan dalam membangun restoran contohnya dari perbedaan biaya dan pendapatan juga faktor yang pada akhirnya akan mempengaruhi rugi dan untung.

Kamu memerlukan metrik dan berbagai macam tes agar mendapatkan bentuk terbaik untuk bisnis resto Kamu. Dan teman teman bisa lihat tentang restaurant di grand Indonesia.

Poin Penting dalam Bisnis Resto

Berikut adalah tujuh poin penting metrik dalam bisnis restoran yang harus Kamu lacak secara teratur dan cara mengalkulasikannya.

Balik Modal (Breakeven Point)

Balik modal adalah salah satu poin terpenting. Angka ini menentukan berapa banyak barang yang harus Kamu jual untuk mendapatkan kembali modal. Jumlah tersebut kemudian dapat digunakan untuk meramalkan berapa lama waktu yang dibutuhkan agar modal kembali. Balik modal ini menjadi keharusan jika Kamu ingin mencari investor atau membuka restoran baru.

Persamaan Balik modal adalah:

Total Biaya Tetap ÷ ((Total Penjualan – Total Biaya Variabel) ÷ Total Penjualan)

Jika pendapatan per bulan restoran Kamu sebesar sepuluh juta, total biaya variabel sebesar tiga juta, dan total biaya tetap sebesar empat juta, maka Balik modal dari restoran yang Kamu kelola adalah: empat juta ÷ ((sepuluh juta – tiga juta) ÷ sepuluh juta) atau sama dengan Rp 5,714 juta.

Artinya kamu akan mulai mendapatkan keuntungan setelah menjual makanan dan minuman senilai Rp 5,714 juta per bulan.

Harga Pokok Penjualan (HPP)

Harga Pokok Penjualan atau HPP mengacu pada biaya yang dibutuhkan untuk membuat setiap makanan dan minuman yang Kamu jual kepada tamu.

Ini adalah angka menjadi gambaran dari persediaan restoran selama jangka yang sudah ditentukan.

Penting sekali untuk mencatat setiap persediaan di awal dan akhir waktu tersebut dan dari setiap pembelian tambahan lainnya. Harga pokok penjualan biasanya adalah salah satu biaya restoran terbesar.

Biaya Overhead

Biaya tetap bagus untuk diketahui karena mudah dicari. Satu tagihan, satu harga. Tapi, bukankah akan sangat membantu untuk mengetahui berapa biaya tetap yang ada setiap jam setiap harinya?

Biaya overhead adalah bentuk perhitungan biaya yang membantu kamu memahami berapa biaya yang diperlukan untuk menjalankan restoran Kamu hanya dari biaya tetap.

Biaya Pokok

Biaya pokok restoran merupakan jumlah semua biaya tenaga kerja (gaji, tunjangan, dan lain lain.) dan HPP-nya. Biasanya, biaya pokok restoran mencapai sekitar enam puluh persen dari total penjualan.

Biaya pokok merupakan perhitungan yang sangat penting karena biaya restoran yang bisa di kontrol.

Meskipun kamu tidak dapat mengendalikan biaya sewa tetap secara mingguan atau bulanan, Kamu dapat mencari cara lain dengan mengelola tenaga kerja dengan hati-hati. Dengan hal ini biaya pokok restoran adalah area utama agar bisa dioptimalkan pemilik restoran yang bisa menurunkan biaya dan dapat meningkatkan keuntungan.

Persentase Biaya Pangan

Presentase ini adalah perbedaan pembuatan hidangan menu tertentu dan harga jual makanan tersebut.

Jika hidangan ikan salmon Kamu memerlukan biaya Rp 35.000 dan Kamu menjualnya seharga Rp 140.000, maka Persentase Biaya Pangan Kamu akan menjadi 25%.

Biasanya, Persentase Biaya Pangan restoran harus antara dua delapan persen sampai tiga lima persen. Kamu dapat menghitungnya dengan membagi total biaya bahan makanan dengan total penjualan Kamu selama jangka waktu tertentu.

Jika Kamu memahami persentase biaya pangan untuk setiap hidangan Kamu, Kamu dapat memilih untuk menaikkan atau merancang menu Kamu untuk mempromosikan hidangan yang paling laku dan berdampak pada pendapatan dan keuntungan.