Kenapa Sulit Mencari Pekerjaan ?

Rasa nervous sudah terasa dari malam sebelumnya. Anda telah melakukan penyelidikan sendiri dengan cara mengintip profil orang yang akan mewawancarai Anda di setiap profil media sosialnya. Anda pun telah memikirkan matang-matang pakaian yang akan Anda kenakan. Dan ini yang kemudian terjadi: Wawancaranya berjalan lancar... menurut Anda. Tapi, setelah bermingguminggu penuh penantian, Anda tak kunjung mendapat kabar. Jika Anda tak mendapat kabar soal hasil wawancara kerja, mungkin ini beberapa alasannya…



Anda seperti menghafal naskah
Menghafalkan setiap informasi yang Anda punya memang bisa membuat batin Anda tenang, namun kalau terlalu berlebihan, Anda justru akan terdengar seperti robot. Selain pengalaman profesional, berbicara tentang kehidupan Anda di luar pekerjaan akan memberikan informasi tentang diri dan kepribadian Anda kepada sang pewawancara. Emma Codd dari Deloitte UK mengungkapkan, “Perusahaan menginginkan orang dari berbagai latar belakang.  Setiap orang tentu punya pengalaman hidup berbeda yang membuat mereka unik. Kami ingin mencari orang yang bisa membawa perspektif dan pengalaman baru untuk tim kami.”

NEXT TIME: Coba pikirkan hal-hal yang bisa Anda ceritakan yang tak berkaitan dengan pekerjaan, namun bisa menggambarkan kelebihan Anda. Suka maraton? Anda punya stamina tinggi. Suka mengolah barang bekas menjadi barang berguna? Itu artinya Anda kreatif dan punya imajinasi.

Anda mengeluh tentang pekerjaan saat ini atau sebelumnya
Bayangkan, apakah Anda mau kencan pertama dihabiskan untuk mengeluh soal mantan pacar? Tentu tidak, kan? Demikian juga dalam wawancara kerja. Bicara hal negatif tentang pekerjaan atau atasan di pekerjaan saat ini atau sebelumnya akan memberikan kesan yang buruk bagi calon kantor baru Ganatra, salah satu founder dari konferensi bisnis global Millennial 20/20. Bila melakukannya, Anda akan membuat pewawancara memikirkan apa yang akan Anda katakan soal mereka di masa mendatang.

NEXT TIME: Jika ditanya alasan mengapa Anda meninggalkan pekerjaan lama, utarakan saja bila Anda ingin mencari tantangan baru. Ada perbedaan nyata antara “Saya telah bekerja selama dua tahun dan siap untuk tanggung jawab yang lebih besar” dengan “Saya telah bekerja selama dua tahun dan tidak punya target lain untuk dicapai.”

Baca : Keuntungan karyawan memiliki bisnis sampingan

Anda memberi jawaban yang salah 
“Apa kelemahan Anda?” seringkali menjadi jebakan terbesar dalam wawancara kerja. Pertanyaan ini biasa diajukan HRD untuk mengetahui apakah Anda cocok dengan pekerjaan yang ditawarkan. Mel Barclay, career coach dari Lee Hecht Harrison Penna menyarankan Anda untuk berhati-hati menjawabnya. “Hindari mengungkapkan kelemahan yang tidak sesuai dengan kriteria yang dicari,” pesannya. Dalam kata lain, sebutkan kelemahan yang tidak menyinggung deskripsi kerja yang Anda lamar.

NEXT TIME: Ada dua saran. Pertama, sebutkan kelemahan yang masih relevan dengan jenis pekerjaan yang Anda lamar, namun yang tidak terangterangan berlawanan dengan kriteria. Kedua, sebutkan kelemahan yang bisa diperbaiki. Contohnya Anda bilang Anda tidak terlalu jago soal public speaking, tapi jelaskan bila Anda sedang berusaha memperbaiki kelemahan itu dengan ikut seminar public speaking yang menunjukkan kejujuran Anda sekaligus keinginan Anda untuk memperbaiki diri.

Anda terlalu berusaha sempurna
Ada garis tipis antara berusaha menampilkan versi terbaik diri Anda dengan menjadi si angkuh yang tidak pernah mengakui kelemahan atau kesalahan di tempat kerja. “Orang takut bicara soal kegagalan, namun kami sebetulnya suka dengan orang yang tidak takut mencoba ide-ide baru walaupun hasilnya tidak sesuai harapan. Saya melihat hal itu sebagai indikasi bahwa orang itu berani mengambil risiko dan punya keinginan untuk maju,” ungkap Gillian Tans, CEO dari Booking.com.

NEXT TIME: Coba lebih spesifik. Dibanding menjelaskan penyebab kegagalan, sebutkan lima hal yang Anda pelajari dari kegagalan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa Anda mau belajar dari kesalahan.

Anda menanyakan hal yang sepele
Anda tentu tak boleh diam saja saat ditanya “Ada pertanyaan?” dalam sebuah wawancara. Tapi jangan bertanya hal yang sebetulnya telah Anda ketahui jawabannya. “Anda bisa mencari tahu soal perusahaan yang Anda lamar lewat situs atau media sosial mereka,” tukas Rachel Parsonage dari perusahaan kosmetik KMI Brands.

NEXT TIME: Tanyakan pertanyaan yang menunjukkan Anda telah melakukan riset. Sempat membaca soal berita terbaru perusahaan tersebut? Tanyakan apa langkah mereka selanjutnya. Sempat melihat konten menarik dari media sosial mereka? Tanyakan siapa yang mengerjakan kanal media sosial mereka dan ungkapkan bahwa Anda menyukai kontennya.

Anda terlalu menyombongkan diri
“Jangan pamer. Pewawancara ingin tahu kelebihan Anda, namun pastikan agar Anda jangan terdengar terlalu membanggakan diri,” cetus Paula Tinkler, commercial director dari perusahaan kimia Chemoxy.

NEXT TIME: Jangan hanya berkata Anda brilian dalam mengerjakan sesuatu, tapi buktikan dengan tindakan. Misal, “Di kantor lama saya, saya bertanggung jawab untuk proyek X dan hasilnya adalah Y untuk perusahaan.” Bangga pada prestasi kerja tentu sah-sah saja, namun Anda harus bisa membuktikannya dengan hasil nyata.

Belum cukup pengalaman
Anda mungkin merasa sebagai kandidat sempurna untuk jabatan itu. Namun sayangnya pengalaman Anda masih kurang dari kriteria yang diajukan. Jika Anda benar-benar ingin bekerja di perusahaan itu, coba cari level yang lebih junior dan buktikan kemampuan Anda dengan menaiki tangga karier.

Tidak memperhatikan instruksi lamaran
Tak hanya kesalahan ketik atau ejaan yang harus Anda perhatikan saat mengirim lamaran dan resume, tapi juga persyaratan dan instruksi lain yang diminta. Hal-hal seperti pas foto yang salah ukuran atau tidak terlihat profesional pun bisa membuat Anda tersingkir dengan cepat.

Sumber pendapatan utama tidak hanya datang dari status "karyawan" pada diri seseorang. Bila memang sudah berusaha keras mencari pekerjaan, kenapa tidak mencoba bisnis sendiri saja ? Ada beragam bisnis yang prospek di tahun ini, contohnya saya bisnis jasa cuci sepatu atau laundry pakaian.

No comments:

Powered by Blogger.