Kisah Sukses dan Menginspirasi Pengusaha Singkong Keju D-9 Salatiga

Siapa yang bisa mengira, singkong yang dikenal masyarakat sebagai camilan kelas bawah, namun ditangan terampil Hardadi, seorang pria warga Jalan Argowiyoto dikota Salatiga ini mampu menyulap singkong menjadi kuliner yang paling diburu masyarakat kelas atas. Apa yang dilakukan oleh Hardadi tidak hanya mengangkat derajat singkong, namun ia telah berhasil menjadikan singkong sebagai ikon di kota Salatiga.

singkong keju D-9

Dipasaran harga sekilo singkong mentah berada dikisaran Rp 1.500 hingga Rp 2.000, setelah diolah oleh tangan kreatif Hardadi, harga jual singkong melejit tinggi. Untuk jenis singkong frozen atau beku harga termurahnya Rp 12.000/plastik, satu plastik bobotnya hanya 7 ons. Untuk singkong original dijual dengan harga Rp 15.000/kardus, singkong rasa keju Rp 16.000/kardus, dan keju isi ceres Rp 17.000/kardus. Semua varian rasa memiliki ciri khas yang sama, yaitu gurih dan dan sangat enak dijadikan cemilan.


Baca juga : Kisah pengusaha sukses dari Indonesia

Singkong Keju D-9 kini menjadi cemilan yang paling diburu pecinta kuliner wilayah Salatiga dan luar kota. Hal ini bisa dibuktikan ketika anda datang ke tokonya, sepanjang jalan akan dipenuhi mobil-mobil milik pengunjung yang sedang antri untuk membeli singkong keju. Anda pasti berfikiran sama seperti saya "gilee hanya ingin makan singkong aja antrinya luar biasa, cari parkiran susah banget", namun seperti itulah faktanya. Toko Singkong Keju D-9 ini setiap harinya tidak pernah sepi pengunjung.

Kisah Panjang dan Berliku Singkong Keju D-9

Hardadi adalah seorang pria kelahiran tahun 1971 yang sempat terjerumus dijalan yang gelap, ia mengaku salah pergaulan. Akibatnya, selain tidak memiliki pekerjaan tetap, ia juga sering tersandung masalah hukum. Meski ia sudah memiliki istri dan anak, sepertinya pintu taubat belum berada didekatnya. Beruntunglah dirinya memiliki istri yang sabar seperti Dyah Kristanti yang selalu setia mendampinginya. " Saya sangat yakin kalau suamin saya pada saatnya nanti berubah menjadi orang baik," ungkap Dyah.

Di tahun 2009 Hardadi mulai terkena batunya. Dirinya ditangkap oleh polisi karena menggunakan narkoba, akibatnya ia dijatuhi hukuman 6 bulan penjara dan harus mendekam di lembaga pemasyarakatan setempat. Setelah menjalani masa hukuman selama 6 bulan, Hardadi mulai sadar bahwa dirinya mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap anak dan istrinya. Mulailah dirinya berjualan singkong presto menggunakan gerobak yang sederhana.

Dibantu oleh istrinya yang sangat mencintainya, gerobak singkong sederhana tersebut tiap harinya mangkal di Lapangan Pancasila kota Salatiga. Dalam sehari ia produksi singkon presto sebanyak 5 kilogram dan kerap tidak habis terjual.

Didalam hatinya, Hardadi meyakini untuk meraih kesuksesan dalam berdagang tidak bisa instant dan harus berjuang lebih keras lagi. Perjalananya dalam menjual singkon presto benar-benar sangat berat, meskipun begitu, ia tetap menjalaninya dengan ikhlas.

singkong keju D-9
penampakan toko singkong keju D-9
Seiring berjalanya waktu, omset jualan Hardadi terus mengalami peningkatan. Omset yang terus meningkat ini ternyata malah membuat Hardadi bingung, mau meneruskan jualan dengan gerobak di tempat biasa tapi dirumah banyak pelanggan yang datang, kalau gak jualan disana rasanya sayang banget karena di lapangan pancasila itulah cikal bakal usahanya. Setelah berdiskusi panjang dengan istri, keduanya sepakat untuk berjualan dirumah saja.

Kamar Penjara Menjadi Merk Dagang

"Allah tidak akan diam melihat umatnya yang sedang bersungguh-sungguh mengubah nasib hidupnya", Hal inilah yang dialami oleh Hardadi yang sedang berjuang untuk mengubah nasibnya. Setelah ia tidak lagi berjualan dilapangan pancasila, ia tidak lantas kehilangan pelanggan, para pelanggan terus saja berdatangan kerumahnya yang sederhanya dan terletak di jalan Argowiyoto, Salatiga. Karena jumlah pelanggan yang terus bertambah, ia mulai berfikir untuk memberikan merk dagang singkon kejunya.

 Baca juga : Kisah sukses dan menginspirasi pengusaha sparepart motor

Hardadi dan istri mulai berdiskusi lagi dengan istrinya, hingga pada akhirnya disepakatilah merk dagang menggunakan nomor kamar ketika Hardadi mendekam di lembaga pemasyarakatan Surakarta. Selama disana ia mendakam di kamar D-9 (Blok D, kamar nomor 9). "Nama D-9 ini sengaja kita pilih sebagai brand karena untuk mengingatkan suami saya gar tidak mengulangi lagi perbuatanya", tutur Dyah.

Hardadi dan istri saat menjadi bintang tamu di Kick Andy
Sekarang ini setiap harinya ia membutuhkan bahan baku singkong mentah sebanyak 4 ton dan sekarang ia mempunyai pegawai lebih dari seratus orang. Meski sekarang ia sudah termasuk orang yang sukses, dirinya tidak lupa dengan Allah yang telah memperbaiki kehidupanya. Sebulan sekali ia mengajak karyawanya untuk mengikuti pengajian yang diadakan di kediaman Hardadi.

Kisah dari Hardadi ini bisa dijadikan sebagai Kisah sukses dan menginspirasi seorang pengusaha dari Indonesia yang patut di contoh. Bermula dari orang yang terjerumus dijalan gelap, menjadi pengguna narkoba hingga kini dirinya berubah menjadi pengusaha Singkong keju D-9 yang sangat sukses di Kota Salatiga.

Alamat Lengkap Singkong Keju D-9
Jl. Argowiyoto No.8A, Ledok, Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah 50732
Telp: 0878-2192-7093

No comments:

Powered by Blogger.