Wisata Romantis Berbalut Mistis Di Candi Cetho Karang Anyar

Candi cetho adalah salah satu wisata yang menarik untuk di kunjungi di Kabupaten Karanganyar. Candi Cetho juga merupakan salah satu jalur pendakian ke Gunung Lawu. Lokasi candi ini berada di ketinggian sekitar 1.496 mdpl sehingga pemandangan disana terlihat sangat indah.

Candi Cetho terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Komplek candi sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar atau penduduk setempat sebagai tempat ziarah maupun tempat pemujaan.

candi cetho karang anyar

Candi ini berdekatan serta memiliki keindahan yang cukup menarik. Candi Cetho di Karanganyar merupakan salah satu candi peninggalan agama Hindu yang diperkirakan dibangun pada akhir pemerintahan kerajaan Majapahit.

Rute menuju ke candi Cetho sendiri sangat mudah. Perjalanan bisa di mulai dari usat kota solo menuju ke kota kabupaten karanganyar. Lalu ikuti saja petunjuk arah untuk menuju ke air terjun grojogan sewu. Tepat sebelum grojogan sewu terdapat papan arah menuju ke candi cetho. Nah tinggal ikuti saja jalan nya sampai menuju ke candi cetho.

Baca juga : Lokasi wisata mistis di Indonesia yang membuat kamu merinding

Sebelum sampai di candi Cetho, para pengunjung akan di suguhkan dengan hamparan pemandangan perkebunan teh yang menghijau. Yup, lokasi Candi Cetho berada persis di atas kawasan Perkebunan Teh Kemuning yang luas dan hijau. Perjalanan kita akan melewati kawasan perkebunan tersebut yang tentu saja menyajikan pemandangan yang tak membosankan. Dari kompleks candi, kita masih bisa menyaksikan pemandangan perkebunan teh. Pemandangan justru terlihat lebih memukau siapa pun yang datang ke tempat wisata ini.

Beberapa tempat wisata candi di Bali (terutama kawasan tempat ibadah) mewajibkan wisatawan untuk mengenakan kain poleng. Yakni kain belang mirip sarung yang dikenakan pada pinggang. Bagi umat Hindu, kain ini tentu pastilah punya filosofi khusus sehingga mereka tak pernah melupakannya ketika hendak beribadah.

kain poleng candi cetho

Nah, peraturan yang sama juga berlaku di Candi Cetho. Karna candi ini masih aktif digunakan untuk beribadah, pengunjung diwajibkan untuk mengenakan kain ini jika ingin memasuki kompleks candi.

Setelah membayar tiket masuk, pihak pengelola akan memasang kain tersebut kepada setiap pengunjung yang akan masuk ke kompleks candi. Harga Tiket masuk di Candi Cetho Karang Anyar untuk Wisatawan Lokal Rp 7.000,- Wisatawan Mancanegara Rp 25.000,- sesudah beli tiket, kita bakal diminta kenakan kain kampuh berwarna hitam putih (kain poleng).

Candi Cetho juga merupakan salah satu jalur pendakian ke Gunung Lawu. Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu adalah dua jalur pendakian resmi Gunung Lawu yang paling sering digunakan para pendaki. Belakangan, ada satu jalur lagi yang namanya mulai dikenal banyak pendaki.

Yakni via Candi Cetho. Namun, jalur ini sangat panjang dan melelahkan. Jalur Cetho merupakan jalur terpanjang di antara jalur-jalur lain di Gunung Lawu. Butuh waktu minimal sekitar 10 jam dari titik awal pendakian menuju puncak. Bandingkan dengan jalur Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu yang rata-rata “hanya” membutuhkan waktu sekitar 6 jam.

Candi ini memiliki konsep punden berundak yang merupakan ciri dari  candi era jaman Majapahit. Pada saat ditemukan, candi ini berupa reruntuhan. Pada tahun 1928 digali dan dibenahi. Candi Cetho awalnya mempunyai 14 teras, tetapi pada saat perbaikan hanya 9 teras saja yang dipugar. Pada awal pintu masuk terdapat beberapa anak tangga dan terdapat 2 buah arca yang menurut informasi namanya Nyai Gemang Arum.

punden berundak candi cetho
punden berundak candi cetho

Setelah melewati gapura, terdapat sebuah halaman yang luas dan disebelah kiri terdapat sebuah bangunan tanpa dinding dengan pondasi sekitar 2 meter. Didalamnya ada sebuah tatanan batu. Dihalaman atasnya terdapat tatanan batu yang membentuk bentangan sayap garuda dan dipunggungnya terdapat tatanan batu berbentuk kura-kura. Didepanya terdapat juga tatanan batu yang menggambarkan sinar matahari dan berbentuk alat kelamin laki-laki yang disebut candi lanang dalam bahasa Indonesia artinya lelaki.

Pada teras selanjutnya terdpat dua buah bangunan tanpa dinding yang mengapit jalan menuju ke teras diatasnya. Dalam bangunan terdapat susunan batu persegi, pada dinding batu terdapat relief gambar orang dan binatang yang konon merupakan kidung sudamala.

Baca juga : Lembah gunung madu, wisata alam di kota Boyolali

Selanjutnya di teras atasnya terdapat 2 buah bangunan tanpa dinding yang tidak begitu luas, 2 buah bangunan yang tertutup dan 2 buah bangunan dengfan arca yang berada didalamnya. Dan teras terakhir terdapat 2 buah bangunan tanpa dinding yang digunakan sebagai ruang tunggu sebelum masuk ke dalam bangunan candi arca candi cetho karanganyar jawa tengahyang menyerupai candi suku maya tersebut. Di dalam candi utama yang terletak paling atas diantara candi-candi lainnya terdapat sebuat batu dengan tinggi sekitar 1,6 meter dengan luas sekitar 5 meter persegi.

Tempat ini menurut informasi merupakan tempat pesanggrahan Prabu Brawijaya. Selain Candi Cetho, area tersebut juga mempunyai sebuah puri. Yaitu Puri Saraswati yang terdapat dibelakang Candi Cetho. Tempat ini merupakan tempat berdoa bagi umat hindu. Terdapat patung Dewi Saraswati, bangunan yang terbuat dari kayu dan sebuah umbul di area ini.

Puri Saraswati
Puri Saraswati di candi Cetho
Hal terpenting yang harus dipersiapkan jika ingin berkunjung ke Candi Cetho adalah perihal kendaraan. Tidak ada kendaraan umum yang akan membawa kita sampai ke lokasi candi jadi kendaraan pribadi adalah satu-satunya opsi. Karna lokasi candi ini berada di lereng gunung pada ketinggian 1.496 mdpl maka tak heran kalau akses menuju sana sangat menanjak. Kendaraan harus benar-benar dalam keadaan prima dan siap tempur.

Nah jika sudah puas menikmati indahnya wisata Candi Cetho, tidak ada salahnya anda mampir dulu di tempat nongkrong hits Ndoro Dongker dan Bale Ranti ketika anda melakukan perjalanan pulang, lokasinya di bawah kebun teh Kemuning.

No comments:

Powered by Blogger.