Kami Asli Orang Indonesia, Gaya Hidup (Dipaksa) Mewah, Gaji Pas-Pasan Dan Kami Bangga

Gaya hidup orang Indonesia dari kalangan menengah terlihat hedonis, kenyataannya setiap hati mereka pusing memikirkan kebutuhan lain-lain yang belum bisa tercukupi. Orang Indonesia memang lebih banyak yang mengutamakan gengsi, jadi jangan heran lihat mereka dengan gaji pas-pasan namun gaya hidupnya glamour, karena mereka berpegang prinsip biar pas-pasan yang penting gaya tetep oke.



Ada baiknya gaya hidup itu menuruti gaji yang ada, karena apabila gaji yang mengikuti gaya hidup kelar hidup lo, keuanganmu akan kocar-kacir tanpa ada kejelasan. Jika belum mampu beli, ditahan dulu ambisinya, lebih baik menabung dulu dari sebagian penghasilan yang di dapat, jika sudah terkumpul baru anda belikan sesuatu yang di inginkan.

Baca juga : Penyebab utama kamu susah menjadi orang kaya

Apabila anda teralu berambisi makan jalan keluarnya adalah pembelian secara kredit dan bunganya pun tidak sedikit, itu sama halnya merugi. Namun ya itulah kenyataaan yang ada fenomena gaji pas-pasan di Indonesia yang mampu mengubah gaya hidupnya menjadi seperti orang kaya, contohnya :

  1. Selalu bergonta-ganti smartphone agar terlihat mengikuti perkembangan teknologi, namun belinya secara kredit.
  2. Penghasilan 10-20% ditabung, sisanya buat kebutuhan yang tidak jelas seperti nongkrong, makan ditempat mewah, dan untuk jalan-jalan.
  3. Memiliki kartu kredit suatu kebanggaan tersendiri
  4. Lebih memilih membeli barang branded dari luar negeri yang harganya selangit daripada membeli barang dengan brand lokal yang harganya lebih murah.
  5. Bangga memposting barang-barang mahal di media sosial, buat pamer sih lebih tepatnya.
  6. Membeli kendaraan pribadi, dengan cara kreditpun juga sangat bangga.
  7. Foto-foto didalam mobil lalu di upload dengan bangganya di semua akun media sosial. Eh ternyata bukan mobil pribadi tapi mobil kantor, terlihat gaya namun terkesan kampungan. 


Berpegang prinsip hidup untuk hari ini, yang artinya kebiasaan orang kalangan menengah gaji pas-pasan yang sudah terbiasa dan lebih senang menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan sesaat saja. Pastinya kamu sering meilhat di media sosial ketika mereka gajian pasti akan update status seperti berikut :

  1. "Alhamdulillah gaji bulan ini, cukuplah kalo cuma untuk bersenang-senang". Iya senang kok besoknya langsung kejang-kejang uangnya habis gitu doang hahaha.
  2. "Saatnya shopping karena gaji sudah cair", itu tipikal orang yang kebelet diskon, pura-puranya sih layaknya kaum sosialita bisa shopping terus menerus.
  3. "Hasil kerja sebulan terbayarkan bisa untuk beli ini itu", mereka bangga meskipun setelah itu tidak memegang uang lagi.
  4. "'Gue gajian nih, lo lo pada mau gue traktir dimana ntar?" belaganya kaya orang tajir melintirrrrrr padahal ya belum tentu nraktir temennya hhe.


Ya itu semua sih belum seberapa masih banyak keunikan-keunikan lainnya, cuma heran aja udah gaji pas-pasan gaya selangit mana sombong lagi apanya sih yang keliatan wow? toh orang lain juga akan paham mana yang kaya beneran dan mana yang memaksakan terlihat kaya. Gaya hidup kalangan menengah gaji pas-pasan yang selalu menganut paham hedonisme dan tak memikirkan tentang masa depan, dan mereka melakukan itu secara sadar.

Baca juga : Hidup bahagia meskipun tidak punya uang

Kebanyakan orang-orang saat ini tidak ingin ketinggalan dalam mengikuti tren atau mode yang sedang berkembang. Entah dimulai dari fashion, produk kecantikan, sampai dengan gadget. Beberapa pembaca saat ini mungkin tidak merasa punya masalah keuangan. Namun, tidak sedikit individu yang menjalani gaya hidup jauh di atas kemampuan dengan berbagai alasan, dari kurangnya paparan terhadap pendidikan finansial hingga tekanan sosial.

Beberapa gaya hidup yang tidak sebanding dengan gaji ini awalnya didorong karena gengsi. Gengsi inilah yang akan menjadi permasalahan besar di masa depan, apalagi tanpa persiapan dan perencanaan keuangan yang baik. Coba dilihat-lihat lagi, kebanyakan gajimu dikeluarkan ke dalam kebutuhan apa.

Jika memang mayoritasnya untuk memenuhi gaya hidup kamu, seperti kamu membeli pakaian mahal untuk menjaga gengsimu dalam hal penampilan, atau makan di tempat mewah biar dipandang “wah” sama rekan kerja, kayaknya hal itu bisa membahayakan financial kamu kedepannya deh, apalagi kalau gaji kamu masih pas-pasan.

Tentu saja tidak ada salahnya bersenang-senang dan menikmati hidup, asal kamu benar-benar sanggup membiayainya dan finansialmu benar-benar bisa dikatakan tidak kacau. Think smart yaaa, kalo bisa sih jangan sampai terjadi pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.


No comments:

Powered by Blogger.