10 Sikap Orang Jepang Yang Membuatnya Sukses

10 Sikap Orang Jepang Yang Membuatnya Sukses

Jepang adalah salah satu negara pusat teknologi dunia, dan nyatanya Jepang juga merupakan negara yang memiliki tingkat perekonomian yang baik se-Asia Timur. Kesuksesan orang jepang dilewati dengan adanya berbagai tantangan.

Namun rahasia kesuksesan orang Jepang tak terlepas begitu saja dari karakter warganya yang disiplin waktu, pekerja keras, gigih dan masih banyak lainnya. Nah jika anda memerlukan informasi mengenai rahasia kesuksesan orang Jepang, berikut ini adalah kebiasaan orang sukses yang ada di negara Jepang.

1. Memiliki budaya rasa malu yang sangat tinggi.

Orang jepang akan sangat malu jika gagal melakukan tugasnya, bahkan dulu banyak orang Jepang yang melakukan tradisi harakiri, yaitu memilih untuk bunuh diri karena gagal dalam menjalankan tugas.Budaya rasa malu yang tinggi ini membaut orang jepang menghukum dirinya sendiri saat gagal atau tidak punya prestasi dalam bekerja, contohnya para pejabat di Jepang yang terindikasi melakukan korupsi atau melakukan kelalain dalam tugas akan memilih untuk mengundurkan diri tanpa diberhentikan oleh pihak yang berwenang.


2. Dari kecil sudah terdidik untuk menjadi pribadi yang mandiri

Sejak kecil anak-anak dilatih untuk mandiri. Bahkan seorang anak TK sudah harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapannya sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Setelah SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Biasanya mereka mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang nantinya akan mereka kembalikan di bulan berikutnya setelah menerima gaji. Luar biasa bukan.

 Baca juga : Kisah-kisah sukses pengusaha dari Indonesia yang menginspirasi

3. Pekerja keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras yang sudah terbiasa bekerja di atas 8 jam dalam sehari,Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun).Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.


4. Loyalitas dan totalitas pekerjaan

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Di Jepang banyak sekali perusahaan yang lebih mengutamakan menerima fresh graduate menjadi karayawan mereka. Hal ini bertujuan untuk melatih para karyawan agar mengerti tentang budaya kerja di perusahaan tersebut dan mampu bekerja loyalitas dan totalitas kepada perusahaan.

5. Berinovasi

Jepang bukanlah bangsa penemu, tapi orang-orang di Jepang mempunyai kelebihan mampu mengembangkan setiap penemuan menjadi sesuatu yang lebih baik dan bisa diterima banyak orang. Contohnya, Jepang bukan negara pertama pembuat mobil namun mobil buatan Jepang yang terus mengalami perubahan dan perbaikan mampu bersaing di dunia otomotif Internasional.

 Baca juga : Hanya dari sampah laut, pria ini memiliki omset puluhan juta

6. Pantang menyerah

Kita semua tahu bagaiamana hancurnya negara Jepang ketika dua kota penting mereka, Hiroshima dan Nagasaki, di luluh lantahkan oleh bim atim, kerusakan infrastruktur yang begitu parah telah menghentikan smeua kegiatan ekonomi dan politik di Negar ini, namun kerusakan yang terparah adalah pada psikologis masyarakat Jepang kala itu. Selain tragedi bom di Hiroshima dan Nagasaki, musibah Tsunami yang terjadi tahun 2011 sealin juga merupakan pukulan keras bagi negara Jepang, Infrastruktur mereka mengalami kerusakan yang sangat parah, namaun semua tantangan tersebut mereka lalui dengan baik, dan hasilnya Jepang hari ini menjadi negara super power yang mendominasi perekonomian dunia.


7. Menjaga tradisi dan menghormati orang tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari Anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki, maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.


8. Jauh dari hidup hedonisme

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, mungkin kita sedikit heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30 ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

Baca juga : Kebiasaan pendiri Google yang membuatnya sukses

9. Bekerja secara teamwork

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok.


10.Suka membaca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi.

Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb).

Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

No comments:

Powered by Blogger.