Kisah Pengusaha Sukses Asal Indonesia Yang Menginspirasi



Di era sekarang banyak orang yang memilih terjun untuk berwirausaha dibanding menjadi karyawan, salah satu faktornya adalah pendapatan atau kesuksesan secara finansial yang diperoleh dari berwirausaha mandiri begitu mendorong orang lain untuk lebih memilih menjalankan usaha yang mereka rintis.

Banyaknya kisah para pengusaha sukses yang menginspirasi menjadikan anda ingin mencoba dunia wirausaha. Kisah inspirasi tak hanya melulu tentang kisah Bill Gates pendiri Microsoft ataupun Mark Zuckerberg pendiri Facebook, namun anda perlu menyimak kisah sukses para pengusaha dari Indonesia yang memulai usaha yang mereka rintis dari titik nol.


1. SUSI PUDJIASTUTI

SUSI PUDJIASTUTI
Siapa sangka dengan penampilan yang begitu cuek dan nyentrik, bahkan hanya lulusan SMP, salah satu dari beberapa perempuan yang ada di kabinet kerja Presiden Jokowi ini, dipercaya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Ibu Susi Pudjiastuti adalah figur pengusaha dan pejabat yang begitu tegas, beliau merintis bisnis perikanan dan maskapai penerbangan yang diberi nama SUSI AIR dari titik nol, ketika belum menuntaskan pendidikan dibangku SMA beliau memutuskan untuk berhenti mengenyam dunia pendidikan dan memulai usahanya menjajakan pakaian dan bed cover.

Baca juga : Siswa SMA sukses membangun bisnis startup drone

Dengan jeli melihat potensi wilayah tempat tinggal beliau di Pangandaran sebagai penghasil ikan, dari situlah beliau memanfaatkan sebagai peluang bisnis yang sangat potensial yang pada akhirnya beliau beralih ke bisnis perikanan.

Modal awal Rp 750.00,- dari hasl menjual perhiasan, beliau mulai membeli ikan dari tempat pelelangan ikan dan memasarkannya ke sejumlah restoran, namun tak lama kemudian bisnis perikananya pun mengalami kendala, walaupun pada akhirnya beliau bisa menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran hingga belia merambah ke dunia ekspor lobster dan ikan.

Mengenai bisnis maskapai penerbangan milik Ibu Susi Pudjiastuti ternyata berawal dari bisnis perikanan tersebut. Awal cerita beliau membeli pesawat dari pinjaman bank untuk mengatasi masalah pengiriman ikan yang lambat bila melalui jalur darat maupun laut, dari situlah mulai berkembang menjadi maskapai penerbangan Susi AIR yang melayani carter serta melayani rute pedalaman.


2. BOB SADINO

BOB SADINO
Bambang Mustari Sadino atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan Bob Sadino adalah pengusaha sukses yang dulunya mengalami pait asam manis dalam merintis usaha. Awal mula ceritanya, sekitar sembilan tahunan menjadi karyawan, akhirnya Bob Sadini memutuskan untuk beralih menjadi wirausahawan.

Baca juga : Kebiasaan yang membuat Larry Page sukses

Diawali dengan usaha rental mobil dengan bermodalkan satu mobil yang ia sopiri sendiri, namun bisnis itu tak lama kemudian terhenti karena musibah kecelakaan yang menimpanya. Dari musibah tersebut tak membuat jera seorang Bob Sadino, kemudian beliau beralih profesi menjadi buruh bangunan dengan upah harian, saat menjadi kuli beliau melihat adanya peluang bisnis di sektor ternak ayam dan telur ayam negeri.

Bermodalkan uang hasil meminjam tetangga, Bob Sadino mulai menjalankan bisnis barunya, beliau menawarkan sendiri barang dagangannya dari rumah ke rumah yang ada disekitar wilayah tempat tinggalnya, tak disangka-sangka bisnis ini sangat membuahkan hasil dan beliau merambah menjual daging serta sayuran hidroponik.

Berkat kegigihannya dalam berwirausaha beliau pun mendirikan Kem-Chicks supermarket ternama yang menjual berbagai produk peternakan dan pertanian. MEskipun bisnisnya sukses, kepribadian beliaupun tetap sederhana dengan penampilan khasnya yang begitu santai.


3. GIBRAN RAKABUMING

GIBRAN RAKABUMING

Sebelum Bapak Joko Widodo menjabat sebagai Walikota Solo, kemudian menjadi Gubernur DKI Jakarta, dan pada akhirnya menjad Presiden Republik Indonesia, Bapak Jokowi adalah seorang pengusaha mebel yang sukses, namun siapa sangka anak pertamanya yang bernama Gibran memilih untuk merintis usahanya sendiri tanpa campur tangan Bapaknya.

Gibran mengajukan pinjaman ke bank sebagai modal, namun usahanya meminjam ke bank sempat beberapa kali mengalami penolakan, namun pada akhirnya Gibran mendapatkan persetujuan pinjaman dari salah satu bank. Dari modal tersebut dia memulai usaha dibidang kuliner khususnya catering yang diberi nama chili Pari, awalnya hanya melayani pesanan dalam jumlah tak banyak, namun berkat keuletannya nama Chili Pari kini makin berkembang pesat mampu menangani pesanan dalam jumlah banyak hingga ribuan.

Perkembangan itu membuat Gibran melebarkan sayap, jika awal mulanya Chili Pari hanyalah catering, kini Chili Pari juga sebagai Wedding Organizer. Tak puas hanya dengan Chili Pari Catering dan Wedding Organizer, Gibran juga menambah bisnisnya dibidang kuliner dengan berjualan Martabak atau yang lebih dikenal dengan Markobar di Solo.

Baca juga : Ini sebabnya bisnis memerlukan inovasi

Meskipun sempat mendapat cibiran dari beberapa masyarakat yang mengatakan "masak anak presiden yang lulusan perguruan tinggi luar negeri jualan martabak" tapi sungguh tak disangka Markobar membuahkan hasil yang begitu manis, sehingga Gibran memberanikan diri untuk membuka beberapa cabang di kota-kota besar di Indonesia, dan hasilnya pun laku keras karena memang martabak yang dia jual mempunyai cita rasa yang tinggi di imbangi dengan bahan-bahan yang berkualitas.

Tak perlu waktu lama, Gibran membuka usaha kuliner lagi yang dia namakan Pasta Buntel di Jl Tirtosari, Purwonegaran, Sriwedari, Laweyan, Solo. Pasta Buntel sendiri adalah salah satu inovasi, cara menikmati pasta dengan sensasi berbeda karena penyajiannya yang dibuntel (dibungkus) daun pisang.

Sukses dalam berbisnis kuliner, tak membuat Gibran berpuas diri, bahkan dia mengajak sang adik Kaesang Pangarep untuk mecoba peruntungan dibidang fashion dengan berjualan jas hujan yang diproduksi di Kota Solo. Jas hujan yang identik dengan tulisan TUGAS NEGARA BOS pada bagian belakang ini pun mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat.


4. REZA NURHILMAN

 
REZA NURHILMAN

Kripik singkong dengan level kepedasan atau yang lebih terkenal dengan brand Maicih, siapa sangka pendirinya saat itu baru berusia 23 tahun. Reza Nurhilman pendiri Maicih mulai menjalankan bisnis keripik singkong pedasnya pada tahun 2010 dengan modal awal Rp 15.000.000 dengan menggandeng produses keripik lokal yang berada di Bandung.

Awal pemasaran kripik Maicih melalui platform meida sosial,  Twitter, sebelum menerapkan sistem keagenan, dan kini juga telah tersedia di supermarket. Kesuksesan Reza terletak pada pola pikirnya dalam berbisnis, ida tidak membuka toko layaknya penjual pada umumnya sehingga membuat Maicih produk yang eksklusif. Pemasanan via media sosial dan keagenan ternyata mampu mendongkrak nama Maicih di dunia maya pada saat itu dengan omset mencapai 7 miliar per bulan. Luar biasa bukan.

Bagaimana, anda ingin sukses seperti mereka? jika iya, jadilah pelaku wirausaha yang kreatif, pekerja keras, jangan cepat menyerah, ulet dan gigih lah dalam merintis usaha, istlah kalimat hasil tidak akan mengkhianati proses.

No comments:

Powered by Blogger.