Raja Salman Datang Ke Indonesia, Apa Saja Agendanya ??

raja-salman

Indonesia kini tengah disibukkan dengan persiapan penyambutan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang akan berkunjung pada 1-9 Maret. Banyaknya pemberitaan mengenai kedatangan Raja Salman di berbagai media di Indonesia sungguh menyita perhatian masyarakat, bagaimana tidak? Ini adalah kujungan Raja Arab paling bersejarah bagi bangsa Indonesia karena kunjungan sebelumnya oleh Raja Faizal terjadi 47 tahun silam. Kini rencana kehadiran Raja Salman disambut gembira Pemerintah Indonesia. Selaku tuan rumah, segala persiapan dilakukan untuk kenyamanan sang raja dan rombongan. Presiden Jokowi disebut akan menjemput langsung Raja Salman di depan pintu pesawat.

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz al-Saud, ke Indonesia tak hanya membawa ratusan jajaran menteri dan pejabat. Raja Salman juga membawa kargo yang dibawa oleh lebih dari 30 pesawat. Salah satu isi dari kargo tersebut adalah tangga pesawat khusus. Salah satu kargo spektakuler yang diangkut adalah tangga motorized atau eskalator yang biasa digunakan oleh Raja Salman.

Diambil dari berbagai sumber media, beragam persiapan dilakukan. Mulai dari tangga khusus yang akan digunakan sang raja, juga persiapan dua bandara yang akan menjadi tempat mendarat pesawat sang raja dan untuk menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Azis al-Zaud, gerbang depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, dibuka. Meski gerbang dibuka, akses menuju gerbang diportal. Lalu-lintas di jalan di sekitar Istana masih normal. Belum ada penutupan akses hingga saat ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, di Jakarta pengamanan Raja Salman akan disiagakan mulai dari lokasi sang raja mendarat yaitu di Bandara Halim Perdanakusuma. Kemudian dilanjutkan di Hotel tempat raja menginap, Istana Bogor dan DPR RI serta Masjid Istiqlal di mana Raja Salman akan beribadah. Tak hanya di ibukota dan di Bogor, Polda Bali juga melakukan persiapan pengamanan Raja Salman yang akan berada di Pulau Dewata selama lima hari.

Raja Salman dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta pada 1-3 Maret dan berlibur di Bali mulai 4-9 Maret 2017. Dalam lawatannya ke Indonesia, Raja Salman dijadwalkan membawa sekitar 1.500 rombongan diantaranya ada 10 menteri dan 25 pangeran. Untuk mengangkut rombongan tersebut, tujuh unit pesawat pun sudah disiapkan. Tujuh pesawat berkarakter wide body itu terdiri dari dua unit Boeing 777/2, 1 unit Boeing 747/1xp, 1 unit Boeing 7474/3, 1 unit Boeing 747/4, 1 unit Boeing 757 dan 1 unit pesawat Hercules.

Baca juga : Deretan maskapai penerbangan termewah di dunia

Berdasarkan keterangan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Agung, pertemuan antar dua negara ini akan membahas beberapa topik. Tiga diantara topik diskusi itu adalah penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia serta perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab. Selain itu, sejumlah kerja sama akan dilakukan, di antaranya investasi Saudi Arabia melalui perusahaan tambang negara Saudi, Aramco, sebesar 6 miliar dolar AS. Diharapkan, investasi Saudi Arabia secara keseluruhan mencapai 25 miliar dolar AS. Tak hanya itu ada juga kerja sama di bidang penanggulangan terorisme dan radikalisme, termasuk pemberian santunan bagi anggota Densus 88 Antiteror yang gugur dalam melaksanakan tugas. Jadi anggota Densus yang meninggal dunia, orangtuanya akan dihajikan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Menurut informasi dari Menteri Pariwisata Arief Yahya pada tanggal 4 Maret 2017, Raja Salman bertolak ke Bali untuk berlibur hingga tanggal 9 Maret 2017. Pesawat Raja Salman akan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun agenda ke Bali itu perjalanan keluarga (private) atau bisa dikatakan liburan, pemerintah Indonesia juga tidak mendapatkan informasi soal ke mana saja tempat di Pulau Dewata yang akan dikunjungi Raja Salman maupun mengenai penginapan, namun dari segi keamanan tetap ada. Polda Bali akan menyatukan kekuatan dengan TNI mengingat status Raja Salman dan rombongannya adalah amat penting," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja, ketika dikonfirmasi Jumat (24/2/2017).

Semoga kedatangan Raja Salman beserta rombongan di Indonesia menjadikan hubungan antar kedua negara ini makin erat.

No comments:

Powered by Blogger.