Semua Orang Pasti Pernah Menjadi Anak, Namun Tidak Semua Orang Pernah Menjadi Ibu


Masih adakah tradisi untuk memberikan sebuah kado untuk ibu tercinta dihari yang sangat istimewa ini ? Jawaban dari pertanyaan tersebut hanya ada pada diri kalian masing-masing. Mungkin karena keadaan ekonomi yang sulit, masalah hidup yang bertubu-tubi, hingga rasanya banyak orang yang lupa kalau hari ini adalah hari ibu yang dirayakan secara nasional.

Kado tidak selalu dalam wujud barang yang harganya mahal dan dibungkus rapi atau setangkai mawar yang dipetik dari pekarangan dirumah. Bagi sosok ibu, beliau sama sekali tidak melihat seberapa mahalnya kado yang diberikan oleh anak untuk dirinya sebagai sosok wanita yang telah melahirkan, merawat dan membesarkanya. Mungkin ada beberapa ibu yang beranggapan kado terindah bagi dirinya adalah mampu melihat anak-anaknya sukses, hidup layak dan masih tetap berbakti kepada dirinya meski sang anak sudah berkeluarga.

Ibu, Sosok Wanita Rela Pertaruhkan Nyawa Demi Anak

Kalimat yang sudah pasti tertanam dalam benak ibu adalah "Rela dan siap mati untuk melindungi anak-anaknya", namun saya mempunyai sebuah pertanyaan yang menggelitik "benarkah kalimat diatas masih tertanam dan melekat erat pada diri ibu yang di era milenium ini??". Jawaban dari pertanyaan tersebut pastinya hanya bisa dijawab oleh kaum ibu. Kenapa saya bisa menanyakan hal diatas ? Karena saya sering melihat berita masih saja ada sosok ibu yang "memanfaatkan anak" untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan lebih sadisnya masih ada sosok ibu yang rela membuang anaknya demi menutupi aib.

Mereka yang telah berlaku kejam terhadap anak kandungnya, masihkah pantas dijuluki sebagai wanita tangguh yang rela mati-matian dan menyerahkan nyawa untuk melindungi anak ? Sekali lagi, hanya kaum ibu saja yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Sejarah Lahirnya Hari Ibu Di Indonesia

Hari ibu di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 22 Desember diresmikan oleh presiden pertama Soekarno melalui sebuah dekrit presiden No. 36 tahun 1953 dimana pada tanggal tersebut bertepatan ulang tahun yang ke 25 kongres perempuan Indonesia. Dengan tujuan untuk menghargai serta mengingat semangat kaum wanita pada masa itu, maka ditetapkanlah setiap tanggal 22 Desember sebagai hari ibu. Sumber dari wikipedia.

Sedikit Renungan Dihari Ibu

Siapapun saya dan kalian semua yang sekarang masih bernafas di dunia ini, ingatlah bahwa kita semua keluar dari rahim sosok wanita yang kita sebut dengan ibu, ibu yang dengan rela dan ikhlas melahirkan serta merawat kita hingga menjadi seperti sekarang ini. Entah ibu masih ada ataupun telah tiada, bersykurlah kita semua karena memiliki ibu yang baik dan mulia hatinya, ibu yang tidak tega untuk menyesengsarakan anak, ibu yang tidak tega membuang anak dan sosok ibu yang tidak tega melakukan aborsi saat kita masih didalam kandungan.

Ketika usia kita masih kecil dan jatuh sakit, ibu merawat kita setiaap saat. Disaat kita belum bisa membaca dan berjalan, dengan senang hati ibu akan mengajari kita sampai bisa. Kasih sayangnya tidak akan pernah putus, doa ibu yang terbaik selalu mengalir untuk anak selama ibu masih hidup.

Dihari yang spesial untuk ibu, tidak ada salahnya kalau kita mengucapkan terimakasih kepada ibu dan rasa sayang kita terhadap ibu harus lebih dari yang sebelumnya. Sayangilah ibu, rawatlah ibu sebagaimana dulu ibu menyayangi dan merawat diri kita.

Apabila beliau telah meninggalkan kita untuk selamanya, teruslah alirkan doamu untuk ibu tercinta yang selalu rindu dan menunggu doa yang dipanjatkan anaknya. Jangan berhenti mengirimkan doa, seperti ibu yang tidak pernah berhenti mendoakan kita.

Selamat hari ibu . . . I Love u Mom

No comments:

Powered by Blogger.