IBX585F55DEA78AB Hoyag-Hayig : Ngetrip Ke Puncak Gunung Andong Jawa Tengah - Iseng Nulis | Meitri Blog

Latest News

Sunday, December 25, 2016

Hoyag-Hayig : Ngetrip Ke Puncak Gunung Andong Jawa Tengah


Kami bersebelas bukanlah sekumpulan pendaki profesional, sebut saja kami geng hoyag-hayig karena bagi kami hal terpenting adalah Sing (Yang) Penting Yakin, iya yakin untuk mencapai puncak andong bersama-sama. Kenapa geng hoyag-hayig memilih mendaki gunung andong? karena dipuncak gunung andong terdapat 2 warung, udah gitu aja, kalau masalah pemandangan nggak bakal selesai dibahas sampai kapan pun.

Perjalanan start 19.30 WIB tanggal 17 Desember 2016 dari semarang kota detail lokasinya di kampung khayangan, dari Semarang kita ramai-ramai naik motor kayak touring gitu deh, rute jalannya dari Semarang - Salatiga ambil rute ke kopeng nah jika sudah masuk rute kopeng terus aja ngikuti jalan sampai ketemu gapura perbatasan yang menunjukkan telah memasuki kawasan kota Magelang, dari gapura tersebut tidak terlalu jauh dari kanan jalan terlihat gapura pasar Ngablak berwarna biru, nah masuk kesitu dah.

Baca juga : Tips untuk kamu yang mau liburan akhir tahun

Oh iya bagi yang belum tau rute setelah gapura pasar Ngablak, tersedia yang namanya tour guide dari penduduk warga sekitar untuk menunjukkan hingga ke lokasi basecamp, yah pastinya kalian harus mengeluarkan budget terima kasih, dan bagi yang tidak ingin menyewa jasa tour guide sah-sah aja yang penting yakin enggak nyasar alhamdulillah, tenang ada petunujuk jalannya kok di pinggir jalan. Nyoh ini rute setelah masuk gapura pasar Ngablak : Belok KANAN di gapura yang kedua kearah Grabag (mangli) jika anda melewati lapangan sepak bola ngablak berarti anda di jalur yang benar ? maju sekitar 2 KM akan ada pertigaan makam dusun kenteng (perhatikan Plang Arah Penunjuk jalan) ? belok kiri dan ikuti jalan itu sampai bertemu plang selanjutnya ? SD Girirejo 2 (belok kanan) ? Sampai lah  di Dusun SAWIT sebagai basecamp pendakian Gunung Andong.


Istirahat di basecamp sebelum muncak

Sesampai di basecamp geng hoyag-hayig terlebih dahulu memarkirkan sepeda motor dengan membayar biaya parkir Rp 2.000,-. Setelah itu barulah geng hoyag-hayig melakukan registrasi dan pembayaran. Sebelum memulai pendakian kita lempe-lempe dulu mengumpulkan tenaga sembari bikin kopi hangat dan nyemil biskuit dan jangan lupa ke kamar mandi terlebih dahulu untuk setor, yah kira-kira kita berada di basecamp cuma 30 menit setelah itu baru deh cap cusss cintttt.

Sekitar jam 22.30 geng hoyag-hayig memulai untuk pendakian, dengan membawa amunisi utama air minum di botol dan amunisi kedua senter untuk penerangan, inget ya ini gunung kalo malam penerangannya ya hanya cahaya rembulan apalagi saat itu cuaca mendung-mendung manja. Berjalan sekitar 10 menit dari basecamp terdapat gapura yang bertuliskan Pendakian Gunung Andong, jangan lupa dokumentasi dulu meskipun hasil jepretan yang keliatan mata-mata doang yang bersinar, intinya sing penting foto.

Foto pos 1 watu pocong dipagi hari

Lanjut perjalanan baru dimulai semangat banget jalannya, kurang sedikit mau sampai POS 1 Watu Pocong, beberapa member hoyag-hayig sudah ada yang kelelahan dan memilih untuk beristirahat, sebagian member lainnya dengan semangat memilih melanjutkan perjalanan untuk segera mencapai puncak dan mendirikan tenda, ya bisa dibilang beberapa member yang sering beristirahat adalah member VVIP ketika sampai puncak nanti tinggal menempati tenda (tingkyu genggsss). Setelah beristirahat kurang lebih 5 menit lalu melanjutkan pendakian begitu terus kurang lebih 5 kali istirahat sampai menuju POS 2 Watu Gambir, selanjutnya ya sering-sering istirahat soalnya kita kehabisan amunisi untung salah satu member hoyag-hayig ada yang sabar nemenin yang kelelahan untuk beristirahat.

Baca juga : Ngetrip gratis keliling dunia tidak hanya mimpi

Tidak jauh dari POS 2 (bagi orang desa kalo buat orang kota ya jauh pollll) terdapat mata air gunung andong, mata air ini sebagai penolong pendaki yang kehaisan air minum sebelum sampai dipuncak, airnya berrrrr seger banget belum lagi ditambah dinginnya angin gunung. Nah dari sumber mata air yah kurang lebih 20 menit dari situ kita berhenti lagi untuk nikamti pemandangan malam dari gunung andong, viewnya keren banget lampu-lampu kota hingga lampu-lampu pedesaan di gunung sindoro dan sumbing, Masya Allah "Nikmat Tuhan mana yang Engkau dustakan" sayang tidak masuk dokumentasi karena minimnya cahaya, rasanya pengen lama-lama menikmati pemandangan itu namun tujuan utama adalah ke puncak, jadi kami melanjutkan pendakian dengan slogan (limang menit neh di bahasa indonesiakan lima menit lagi) sampai, padahal ya masih lumayan banget kalau buat pemula.

Foto pos 2 dipagi hari

Skip skip skip skip skip tak lama kemudian sampai lah di puncak sekitar jam 00.30 WIB dan jeng jeng jeng satu tenda sudah jadi untuk beristirahat yang kakinya njarem-njarem, member lainnya bergotong royong mendirikan 2 tenda lagi. Ketika 3 tenda sudah siap di tempati geng hoyag-hayig masak mie instan untuk mengisi perut sebelum tidur, sembari menunggu mie instan matang, ada yang asyik berduaan menikmati indahnya bintang-bintang bertaburan dilangit kayak di pilem-pilem gitu. Okeh, mie sudah matang dan disantap bersama-sama, perut kenyang terbitlah ngantuk, tapi tetap saja sulit untuk tidur karena saking dinginnya dan angin yang berhembus sampai membuat tenda berbunyi layaknya bendera yang berkibar kena hembusan angin yang besar.

Baca juga : Ngetrip ke eling bening ambarawa

Ketika hari menjelang pagi sekitar jam 04.30 WIB alarm di hp bunyi, sekita saling membangunkan bagi yang ingin sholat yang pengen tidur ya tetap tidur mumpung udah bisa merem buat istirahat. Tetotttt saatnya menikmati Sunrise semua udah pada bangun, tak ingin melewatkan keindahan saat sunrise geng hoyag-hayig selfi sebanyak mungkin untuk mendapatkan foto yang keren, maklum buat di upload di berbagai akun sosial media biar makin hitsssss man. Setelah sekian banyak hasil jepretan yang di dapat dengan view gunung merapi, merbabu, sindoro dan sumbing, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB dan saatnya masak air untuk nyusu dan masak mie instan lagi, ketika sudah makan dan nyusu, geng hoyag-hayig berkemas untuk turun gunung.

Suasana pagi hari dipuncak gunung andong

Start jam 08.00 mulai lah perjalanan turun gunung, sesekali kami masih menyempatkan selfie diperjalanan dengan pemandangan sawah dibawah gunung, kita juga masih menyempatkan foto di POS 2 dan POS 1 untuk dokumentasi. Waktu telah menjukkan pukul 09.30 WIB kami telah sampai di gapura pendakian dan kita foto lagi jadi ada foto before after gitu deh. Eits belum selesai sampai sini aja setelah itu kita menuju ke basecamp lagi untuk beristirahat dan membersihkan diri di kamar mandi yang telah disediakan baru deh setalah itu kita makan bakso cilok warga sekitar yang jual murah kok Rp 5.000 aja dapet banyak, enak lagi rasanya, oh iya harga makanan dan minuman di warung area basecampe harganya murah kok layaknya di warung-warung sekitar area rumah tempat tinggal kita. Nah ketika waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB kami segenap geng hoyag-hayig pamit pulang kerumah.


Peta Dari Semarang Ke Obyek Wisata Gunung Andong





No comments:

Post a Comment

Dari Redaksi

Semua artikel yang ada di isengnulis.id diambil dari beberapa sumber terpercaya dan artikel tersebut telah kami ubah kalimat dan tatanan bahasa sesuai aturan kami. Ada juga beberapa artikel yang ditulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi penulis.

Kerjasama

Apabila ingin produk atau lapak online anda kami review di blog ini, silahkan hubungi kami melalui kontak kami. Pasang iklan banner 300x300 atau 720x90 juga bisa di blog ini.