IBX585F55DEA78AB Menguak Misteri Kalimat Pembeli Adalah Raja - Iseng Nulis | Meitri Blog

Latest News

Thursday, April 7, 2016

Menguak Misteri Kalimat Pembeli Adalah Raja



Ini nih yang lagi ngetrend belakangan ini, sebuah kalimat sakti dan mandra guna bak dukun kelas kakap. Sebuah kalimat " Saya ini pembeli, jadi saya raja dan kamu penjual harus melayani pembeli dengan baik".
Apa tanggapan kalian kalau mendengar kalimat itu dilontarkan oleh seseorang ?? Kalian langsung setuju dan mengiyakan kalimat tersebut atau malah kalian tidak setuju sama sekali ?? Kalau saya sih jujur aja akan menyelidiki dulu, apakah orang tersebut layak dianggap sebagai raja atau tidak dalam sebuah jual beli.

Baca juga : 4 Cara Ampuh Untuk Promosi Online

Kalau kamu sekarang ini sedang menjalankan bisnis atau profesi kamu saat ini sebagai customer service, kamu pasti tidak asing atau mungkin setiap hari mendegar kata itu dari pembeli yang sedang marah. Entah pembeli dari kelas bawah sampai kelas elit semuanya menggunakan kalimat tersebut agar mereka mendapatkan pelayanan yang VIP layaknya Raja, padahal dia tidak pantas disebut raja karena sangat menjengkelkan kelakuanya.




Ada kasus seperti ini, customer telfon tengah malam diwaktu jam istirahat, telfon tersebut tidak diterima dan customer mengirimkan pesan "Wah sombong banget kamu ya, saya telfon gak mau angkat" atau mislanya lagi ada orang tanya-tanya panjang x lebar x tinggi melalui bbm tentang produk yang dijual, si penjual sudah sabar, ikhlas dan meluangkan banyak waktu untuk menjawab pertanyaan itu namun orang tersebut membalas "hmmmmm.... gitu ya, trimakasih deh infonya. kapan-kapan saya beli" didalam dunia online shope, hal itu dikenal dengan istilah CLBK ( Chat Lama Beli Kagak ), saya paling kesel ketemu sama orang begian, biasanya langsung saya DC + blokir tipe orang yang kaya gini.



Kembali ke masalah pembeli adalah raja, jujur saja saya kurang setuju dengan slogan itu, karena menurut saya pribadi, baik dari pihak penjual ataupun pembeli sama-sama membutuhkan. Mengertilah etika dalam jual beli, bertanyalah sewajarnya terutama bila kamu bertanya melalui pesan singkat. Coba bayangkan, kalau sehari cuma ngelayani pertanyaan, kapan dapat duitnya dan itu mau dagang apa mau bikin kuis  ?? Bukanya tujuan dari berdagang itu adalah mencari uang ?? "ahhh . . itukan resiko penjual, kalau gak mau digituin ya jangan jualan" Serius kamu punya pendapat seperti itu ?? Coba deh kamu berada diposisi penjual, pasti kamu akan sedih bila mengalami hal itu.

Sebagai penujual yang baik, kamu harus mengetahui 3 golongan konsumen. Saya jelaskan deh 3 golongan konsumen yang harus kamu ketahui.

1. Great Konsumen

Konsumen yang seperti ini biasanya sedikit bertanya karena dia sudah mencari-cari info melalui internet atau tanya temanya mengenai barang yang akan dia beli. Biasanya, pembeli seperti ini akan rutin melakukan transaksi di tempat kita berjualan.

2. Good Konsumen

Golongan konsumen yang ke dua ini tdak jauh berbeda denga yang pertama. Perbedaanya hanya di intensitas pembelian, kalau pembeli yang pertama mungkin 4x melakukan transaksi dalam sebulan, untuk pembeli yang kedua ini mungkin cuma 2-3x transaksi dalam sebulan.

3. Bad Konsumen

Nah pembeli atau konsumen ini yang harus penjual waspadai. Biasanya pembeli ini sangat ribet, pertanyaanya mirip seperti wartawan dan kalau beli nawarnya sadis banget. Beli cuma 1 item, keuntungan mepet dan masih ditawar lagi. huh . .. .  bikin kesel pokoknya. Sebaiknya kamu tolak saja pembeli yang model ginian daripada kamu mengalami kerugian yang cukup besar. Tenang aja jangan takut kehilangan 1 konsumen, masih ada ratusan juta konsumen di Indonesia yang siap membeli produk kamu.

Lalu sebagai penjual apa tidak perlu memberikan gelar raja untuk konsumen ?? Oh tentu saja sangat perlu namun hanya untuk konsumen yang golongan pertama saja, karena konsumen tersebutlah yang akan menjadikan usaha kita memiliki profit yang lumayan. Konsumen golongan ke dua perlakukan saja sewajarnya dan terus amati, kalau makin lama jumlah transaksinya makin besar, pindahkan dia ke golongan pertama dan perlakukan dia layaknya raja. Untuk golongan ke tiga ?? terserah dah mau diperlakukan seperti apa.

Sebagai penjual sebaiknya kamu fokus saja mencari konsumen yang pertama dan kedua, perlakukan mereka dengan baik dan santun agar betah berbelanja di tempat kamu. Jangan lupa juga untuk memberikan diskon atau hadiah agar meraka semakin senang. Untuk kamu yang termasuk konsumen golongan ke tiga, jadilah konsumen yang cerdas dan perbanyak pengetahuan kamu akan dunia jual beli. Penjual itu manusia biasa, yang mempunyai rasa capek dan kesabaran yang terbatas.

No comments:

Post a Comment

Dari Redaksi

Semua artikel yang ada di isengnulis.id diambil dari beberapa sumber terpercaya dan artikel tersebut telah kami ubah kalimat dan tatanan bahasa sesuai aturan kami. Ada juga beberapa artikel yang ditulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi penulis.

Kerjasama

Apabila ingin produk atau lapak online anda kami review di blog ini, silahkan hubungi kami melalui kontak kami. Pasang iklan banner 300x300 atau 720x90 juga bisa di blog ini.