IBX585F55DEA78AB Meraup Omset Jutaan Dari Sampah Laut - Iseng Nulis | Meitri Blog

Latest News

Thursday, March 10, 2016

Meraup Omset Jutaan Dari Sampah Laut


Nur Arifin, merupakan salah satu anak bangsa yang terbilang kreatif dalam memanfaatkan sesuatu. Bagaimana tidak, ia bisa menjadi seorang jutawan hanya dari sampah laut yang dikelolanya hingga menjadi barang yang nilai julanya tinggi. Penjualanya pun tidak sebetas di Indonesia, namun sudah memasuki pasar eskpor asia bahkan Amerika.

Bagi sebagian orang, sampah laut tidak ada artinya dan hanya merusak lingkungan. Pinggir pantai yang penuh akan tumpukan sampah akan terlihat kumuh, penuh dengan lalat dan muncul bau yang sangat tidak sedap. Hal ini akan berbeda bagi Mas Arif, ditanganya, tumpukan sampah tersebut akan menjadi barang kerajinan yang unik dan nilai jualnya sangat tinggi.

Pria Alumni ISI Yogyakarta angkatan 1996 ini menceritakan awal kisanya mempunyai ide untuk memanfaatkan sampah laut sebagai bahan baku, terutama untuk ranting dan juga batang kayu yang berada di pinggir pantai.

"Pada awalnya saya itu merasa kasihan samma pantai kita, keindahanya ketutup sama sampah ranting dan kayu. iseng saja sampah itu saya ambil, dikeringkan dan dibuat kerajinan tangan. Eh ternyata hasilnya bagus dan laku dijual" Cerita mas Arif.

Bapak dari dua anak ini ternyata mempunyai darah seni dan bertekad untuk membuat meja, kursi, bingkai cermin, lampu duduk dan hiasan dinding dari bahan sampah.

Usahanya yang dirintisnya sejak tahun 2015 ini semakin lama makin dikenal orang dan mempunyai banyak peminat. Dia juga pernah mengikuto pameran industri kerajinan di Kasongan dan mendapatkan sambutan yang positif dari orang - orang yang melihatnya.

Saat ini dia sudah mempunyai banyak pegawai, bahkan kalau lagi banjir pesanan, sampai meminta tetangga untuk ikut membantunya. Peralatan kerjapun sudah semakin banyak, jadi kalau ada pesanan yang banyak, mas Arif bisa menyelesaikanya tepat waktu.

Mas Arif juga menceritakan kalau produknya dijual mulai dari harga Rp 250.000 hingga Rp 4.000.000 itu dari kita, namun kalau sudah sampai ke tengan kedua dan dijual lagi, harganya ya bisa jadi 3x lipat.

Kini harapanya adalah pemerintah lebih memfasilitasi pameran untuk kalangan pengerajin. Tujuanya agar hasil karyanya dikenal banyak orang dan omsetnya bisa bertambah.

SUMBER 

Dari Redaksi

Semua artikel yang ada di isengnulis.id diambil dari beberapa sumber terpercaya dan artikel tersebut telah kami ubah kalimat dan tatanan bahasa sesuai aturan kami. Ada juga beberapa artikel yang ditulis berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadi penulis.

Kerjasama

Apabila ingin produk atau lapak online anda kami review di blog ini, silahkan hubungi kami melalui kontak kami. Pasang iklan banner 300x300 atau 720x90 juga bisa di blog ini.